Friday, 18 June 2021

Luka berikat batu

 

Aku lelah dilukai
Aku terlalu sakit disakiti
Aku jemu menanti
Aku penat kecewa
Aku puas berair mata
Aku terkilan bila mengharap
Umpama burung terbang tanpa sayap

Angin apa yang merasukmu
Hingga kau lupa kewujudanku
Seribu alasan kau lontarkan
Agar aku terasa disisihkan

Ingin saja aku lepaskan semua ini
Agar hatiku kosong tak berduri
Biar saja tanpa rindu sekali ini
Biar saja sementara sendiri

Bagai batu mengikat kepala
Perasaan turut sama terdera
Penyakit tiada luka sakit tiada parut
Depresi memberontak bercelaru mengarut

Sayangkan manusia tiada guna
Sifat mereka tidak menghargai
Hadirnya mereka bagai fatamorgana
Akhirnya kita tertipu merana

Kita manusia...
Kerap dilalaikan dan diperdaya
Terbawa oleh keasyikan arus cinta
Yang akhirnya dimamah binasa

Pulanglah kepada tuhan
Kau akan temui cahaya kehidupan
Pasti bahagia di dunia
Sudah tentu bahagia di akhirat juga









No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.

Biarkan si jahat menemui ajal segera

 Aku cuba nak berdamai dengan diri sendiri dahulu. Orang keliling punya sikap dan perangai memang tak boleh kita ubah ataupun kawal. Aku ban...